Browsing articles from "February, 2011"

Padamu Negeri saya mengadu dan berkeluh-kesah

Feb 19, 2011   //   by arthurandesya   //   Vomits and Thoughts  //  No Comments

Saya adalah seorang rakyat Indonesia yang kurang lebih 2/3 hidupnya tinggal di negeri Indonesia yang amat saya cintai, 1/3 lainnya waktu hidup saya selama ini saya berdomisili di negara-negara Commonwealth. Namun sejauh apapun kaki ini melangkah, Alhamdulillah saya tetap cinta tanah air walaupun tidak bisa berharap banyak kepada pemimpin negerinya.

Rasa cinta tanah air ini pada diri saya mungkin bisa dijadikan gambaran sebagai salah satu keberhasilan pendidikan di negeri saya utk mendoktrin generasi mudanya agar memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. it’s a good thing tho’!

Namun perasaan sedih sekali-dua kali dan berulang kali terasa saat punya kesempatan berkunjung ke negara tetangga atau negara eropa dan melihat betapa jauh tertinggalnya negara kita..

Lucunya adalah ketika generasi muda percaya bahwa negeri kita mampu untuk maju dengan segala SDA/SDM yang ada, namun sampai sekarang terlihat para pemimpin negeri terkesan enggan melakukannya, dengan segala alasan Hukum, UU, Ancaman Kerahasiaan Negara/Stabilitas Nasional, Para pemimpin terkesan takut akan majunya inovasi-inovasi yang dilakukan oleh rakyat. HUKUM (yang jujur saya sendiri takut dan parno untuk berdekatan dengan Hukum di negara ini) menjadi alat yang paling powerful bagi para elit diatas untuk mengamankan posisinya dengan tidak mempunyai rasa malu mempermainkan Hukum didepan mata publik! *silakan pelajari kasus-kasus besar tiada akhir seperti CenturyGate, Mafia Pajak/Hukum Gayus Tambunan, Anthasari Azhar, Kriminalisasi KPK (Bibit-Chandra), Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra VS UnValid Jaksa Agung, Susno Duadji, dan masih banyak lagi yang jikalau salah-satunya saja coba ditelusuri maka sangat mudah bagi kita melihat ketidak-adilan hukum di negeri kita tercinta.

Tidak habis pikir ketika para pemimpin tidak malu utk melakukan pembodohan publik, yang pada nyatanya sekarang publik sudah jauh lebih pintar dengan segala media informasi yang ada.

Dengan beralasan “Cinta Tanah Air” pemimpin berlagak ingin mengamankan negara ini dari kekuatan Asing, Padahal intinya hanya minta Uang lebih saja (semoga saya salah!)

Pajak Bea Masuk yang tinggi untuk Film asing dapat diputar di Bioskop terdengar sangat amat absurd, ketika suatu karya seni yang hanya dapat dinikmati Un-Tangible harus dikenai biaya bea masuk seperti membeli barang asing yang Tangible (seakan film tersebut bisa kita bawa pulang kerumah, kita lihat setiap saat, dan menjadi milik kita), Absurd bukan? IYA dan mereka tidak malu untuk menerapkan hukum / perundang-undangan yang absurd ini!. Hal lain adalah rentetan pergantian topik utama tuntutan pemerintah kepada RIM Blackberry yang berawal dari Filterisasi Kontent Porno -> Menuntut RIM untuk memuat PT di negara kita (yg nyatanya sudah dibuat oleh RIM) -> sampai akhirnya mendapatkan alasan yang paling make sense adalah “Pembuatan Server Lokal” untuk keamanan data.

Dua issue diatas adalah beberapa contoh yang menurut saya (semoga saya salah) itu semua Tidak lain hanya kedok yang digunakan bapak2 diatas sana untuk mendapatkan “jatah” lebih.

Dari mendalami tekhnologi informasi sebatas Internet rakyat dapat menjadi pintar tanpa harus bergantung pada bangku kurikulum sekolah dan media lokal. Dari film-film berkualitas tinggi dan berisi secara story dan cinematography rakyat pun mendapatkan banyak sekali ide-ide cemerlang untuk terus berinovasi. Namun mungkin kedua contoh diatas dapat menjadi ancaman bagi penguasa negeri ini untuk menahan rakyatnya agar tidak menjadi terlalu pintar, dan memaksa keduaanya “membayar lebih” untuk dapat digunakan di negeri ini tentunya dengan segala pengawasan yang ketat.

Pada akhirnya disaat rakyat negeri sudah bisa serentak berkomentar “Ada – Ada Saja Negara Ini” dengan segala keluhan yang beragam dan berbeda, mengapa pemimpin kami diatas terkesan santai2 saja, dan terus melakukan keputusan2 yang dapat dikategorikan keputusan absurd!

Revolusi itu katanya keras dan bringas, Bencana Alam menghancurkan satu generasi jg menyeramkan.

Pertanyaanya: Selain 2 cara diatas adakah cara lain Kawan?? atau kita lebih memilih menunggu sampe keajaiban itu datang dan mengubah segala sistem bobrok negara ini?

Padamu negeri saya berkeluh-kesah..

Tiada satupun yang bisa saya harapkan untuk mendengar keluh-kesah ini..

Sebesar itukah kesalahan negeri ini hingga kami suka merasa selalu dibodohi oleh pemimpin kami?

Apakah harus meniggalkan tanah air yang amat saya cintai?

Akankah roda kembali berputar dan kami kembali makmur dan sentosa?

Apakah harus dengan cara kekerasan,bencana, atau se-sederhana dgn kuasa mu’zizat Tuhan?

Padamu Negeri kami berjanji, berbakti, mengabdikan jiwa raga kami untukmu Negeri bukan untuk kepentingan kelompok-kelompok kami!!